Showing posts with label Si Buhlul Bercakap. Show all posts
Showing posts with label Si Buhlul Bercakap. Show all posts

Friday, August 28, 2015

We Are Doomed

We are doomed
When loyalty
Overide
Intregity.
When piety
Is replace by
Powercrazy.

We are doomed.

Pembanggunan Bumiputra

Uda
Sudah
Ambil
Mudah
Jual
Tanah
Jual
Maruah
Uda
Sudah

Thursday, August 27, 2015

Nama Negara Tanah Melayu

Jual Tanah
Tak malu
Jual tender
Tersedudu
Jual lesen
Berbuku buku

Jual maruah

Untuk dapat rumah batu

Dan sekarang TTPA
Dah mari

Anak cucu
Merempat lari
Di
Tanah Melayu.
Tanah bukan lagi
Milik sendiri

Anak Melayu

Santunnya gerak budi
Disulami dengan
Bahasa indah bistari
Dilafaz dengan budi pekerti
Berhikmah merendah diri

Wahai anak muda
Yang berjalan di atas bumi
Yang bergelar
Tanah Melayu

Tidakkah engkau
Tanya
Apa itu Melayu?

Victory Song

It is the victor
Who learns from defeat
And the loser
Who sits on victory

Songs of hope
Songs of despair
Of emptiness
Of care
Song of hope
Song of despair

Wednesday, August 26, 2015

Ayam Goreng

Alangkah gila nya kita
Bila Mat Salleh ajar
Kita makan ayam goreng berempah
Hingga menjilat jari

Sedangkan
Ayam
Dan rempah
Ada di rumah

Dah berkurun ada
Di rumah

Take

Take the gold.
Take the land
Take everything
But you cannot take me
When me
Is not mine to give.

Power

I do not wish to touch the sun
My friend
But where can I run from its rays
I cannot fight the sun
My friend
For its overwhelming rays
Is everywhere

So I have to wait till night fall
To shade in the room
Only to have the sun again
In the morning

Tuesday, August 25, 2015

Perjalanan

Tidakkah engkau
Ingin pulang ke kampung
Asalmu
Di mana wujud kedamaian
Di mana wujud ketentangan
Di mana engkau dikenali

Engkau Malu

Akan kesalahan lalu
Atau kemiskinanmu
Untuk pulang ke Kampung asalmu
Di mana engkau di nanti
Di mana engkau akan kekal

Apakah titipan mu
Yang engkau bawa
Dari perjalananmu
Selain dosa dan lagu
Yang tiada guna
Di Kampungmu

Hartamu?
Mana bisa dibawa ke Kampungmu
Pasti ditinggalkan saja
Masa kepulanganmu

Apa yang engkau bawa
Bekal dari perjalananmu
Untuk kekal di Kampungmu.

Town Living

I have been living in this town
Thus long
Doing all the things customary
To living in a town
Sometime beating the traffic light
Sometime bribing the cop
Sometime cheating a penny or two

It has been too long in this town
Walking its pebble lane
Drinking its bottle water
And dreaming of that delicious sparking
Spring water at home

I have been too long in this town
Spending time in the traffic jam
Queuing up in the supermarket
And waiting for my number to be called
At the bank teller
And the clinic
And surely missing those time at the grocery shop
At home
Where I wait and have tea and cookie

I have been too long in this town
Till I forget about those soft pleasing
Flow of the stream, tranquil and restful.

I have been too long in this town
So use to the sound of the horns
And the humming trains
Forgetting the music of the humming bee
And the sound of the morning rain

I have been too long in this town
So long that this house seems like home.
Forgetting that I am going home
And having to answer for all my forgetfulness
And deeds…

Regrets regrets regrets
For being too lost in this town
For letting the town be me

I have been too long in this town

The Beloved

The beloved is jealous
When you love another
When you see beauty in another
When you want richness from another
When you seek solace from another
When you want knowledge of another

When your life is for another

The owner of you
The owner of you
The owner of you

Beware.

Monday, August 24, 2015

Anak BangsaKu

Di mana jatuhnya
Darah syahid Rosli Dol
Yang bangun menentang penjajah
Perompak
Pada umur muda

Di mana jatuhnya
Darah Datuk Maharaja Lela
Yang sanggup menggadai nyawa
Membela maruah bangsa

Di mana jatuhnya darah
Shuhadah Natrah
Yang tidak rela
Berputih mata
Melihat akidah saudara dinoda

Di mana?

Di Padang konsert rock
Menjerit keseronokan
Bermandi kegembiraan
Dengan budaya
Penjajah diri
Bangsa

Di mana?

Di majlis anugerah penyanyi
Khayal dengan keseronokan
Sementara

Di Padang bola
Menjerit ria

Di mana

Di bawah kolong
Menyuntik bahagia.

Di mana?

Rindu

Merindu mu
Adalah satu penderitaan
Yang manis

Nama mu
Wangi mu
Kata-kata mu

Tidak cukup
Untuk mengganti
Kucupan tanganmu
Yang diinginkan

Tak cukup untuk mengganti
Menatap wajahmu
Walau sedetik waktu

Wahai kekasihku

Dive

Into the pitiless ocean
Dive
Into the never ending
Love

The more you see
The more you want
The more you hear
The more you yearn
The more you taste
The more you hunger

Dive

Into the bottomless ocean
Of Love

The aching pain of longing
Whilst being embraced

Dive.

Thursday, August 20, 2015

Raw Potato

Raw Potato
Brush and cleaned
Kept like a piece of
Diamond

Raw potato
For a generation
Of potato chips lovers
Who cue at Mc Donald
And munch on Mister Potato
Whilst lazing around like
A fat potato

Waiting to be sliced
Diced
Or baked

Semalam Aku Bermimpi

Semalam aku bermimpi
Bukan engkau
Bulan terbit dengan matahari
Bintang-bintang sinar siang hari

Ku mimpi
Bunga berkembang
Daun-daun terbang
Menari
Lalang-lalang bersenam
Indah selari

Ku mimpi
Berjalan berdua-duan
Menatap wajah bulan
Bernafas angin pagi
Menghirup manisan wangi

Ku mimpi
Bercinta
Tapi
Bukan dengan engkau
Bukan dengan engkau

Welcome To Hollywood

Semua kegilaan
Menyiapkan diri
Meletakan harapan
Sungguh menzahirkan bakat
Untuk kejayaan

Hampa
Hapus nya harapan
Dengan tiada

“Welcome to Hollywood”

Syurga kebahagiaan
Yang wujud untuk
Manusia yang mabuk
Buta
Melainkan

“Welcome to Hollywood”

Kejayaan.

Kita mesti adakan
One in a million
Akademi Fantasia
Dan apa lagi

“Welcome to Hollywood”

Mengilakan kejayaan

HAI YA ALAL FALAH………..

Wednesday, August 19, 2015

Tabung Undi

Mari kita ke Kuala Lumpur
Cari kerja
Di kilang semikonduktor
Cari kawasan pilihanraya
Di mana Yang Berhormat
Tinggal nyawa

Kita cari tanah kosong
Pakat ramai-ramai
Pacak tiang malam hari
Siap rumah esok hari

Ha.
Jangan lupa
Pasang papan tanda

Penahan buldozer

Selamat Mengundi

Wahai Orang Bodoh (Bahagian 2)

Kenapa engkau berjalan ke bulan
Yang sinaran nya sampai ke mata mu

Kenapa engkau tidak berjalan kepada
Yang Mencipta Bulan
Yang sentiasa
Lebih dekat dari urat leher mu

Wahai orang bodoh

Tidak kah engkau lihat
Dia yang bersinar tanpa malap
Yang Ada tanpa Tiada
Yang memberi tanpa meminta
Yang kekal tanpa akhirnya
Yang Penyayang tanpa mengharap balasan
Yang mengampun segala kesalahan

Engkau ingat engkau pandai

Adakah akal mu cukup untuk
Menerangkan Dia yang mencipta mu
Sedangkan engkau tak terdaya
Cerita
Rasa masin garam yang dirasa.

Wahai orang bodoh.

Wahai Orang Bodoh (Bahagian 1)

Tidakkah engkau
Dengar
Bunyi ombak
Lihat
Terbitnya matahari
Rasa
Tiupan angin
Yang memanggil

Tidak kah kau
Fikir wujud mu
Untuk apa
Dengar untuk siapa
Lihat dengan apa
Pandang untuk apa
Rasa akan apa

Wahai orang bodoh